SISTEM
INFORMASI GEOGRAFIS
Sistem informasi geografis
merupakan suatu sistem dengan suatu aplikasi yang dapat merekam, menganalisa,
memetak maupun mencatat suatu titik wilayah.
Menurut Hanafi (2011),
Sistem Informasi Geografis adalah suatu sistem untuk mendayagunakan dan
menghasilkan pengolahan dan analisis data spasial (keruangan) serta non-
spasial, dalam memperoleh berbagai informasi yang berkaian dengan aspek
keruangan, baik yang berorientasi ilmiah, komersil, pengelolaan maupun
kebijaksanaan. Adapaun keuntungan SIG menurut Hanafi (2011) :
1.
SIG
mempunyai kemampuan untuk mencari detail yang diinginkan, menggabungkan satu
kumpulan data dengan data lainnya, melakukan perbaikan data dengan lebih cepat.
2.
SIG
mudah menghasilkan peta-peta tematik yang dapat digunakan untuk menampilkan
informasi tertentu. Peta-peta tersebut dapat dibuat dari peta-peta yang sudah
ada, hanya dengan memanipulasi atribut-atributnya.
SIG
mampu menguraikan unsur-unsur yang terdapat di permukaan bumi menjadi beberapa
data spasial.
KOMPONEN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
1. Operator/User
Operator/user yang dimaksud disini
adalah manusia. Manusia adalah yang mengoprasikan, menggunakan SIG dalam
melakukan suatu pekerjaan. Operator disini yang dimaksud adalah komputer,
sedangkan yang mengoprasikan komputer adalah manusia. Sehingga manusia sangat
berperan dalam jalannya sistem informasi geografis ini.
2. Hardware
Hardware yang dimaksud disini adalah
perangkat keras yang digunakan/dibutuhkan dalam menjalankan Sistem Informasi
Geografis. Hardware yang dimaksud disini adalah CPU, RAM, LCD, Hardisk,
Digitizer, Printer, Scanner dan lain sebagainya. Dalam sistem informasi
geografis ini memerlukan spesifikasi komponen yang lebih tinggi, sebab
penyimpanan sistem tersebut membutuhkan ruang yang besar dan untuk menghindari
error dalam menganalisa suatu data.
3.
Software
Software merupakan perangkat lunak
atau suatu aplikasi yang berfungsi untuk mengoprasikan sistem informasi
geografis yang mampu mengolah, menyimpan, memroses, menganalisa maupun
menayangkan data spasial. Aplikasi software yang biasa digunakan antara lain,
Arc View, Map Source, Map Inf, ILWIS, Autocard dan lain sebagainya.
4.
Data
Data merupakan suatu komponen penting
dalam sistem informasi geografis yang memiliki hubungan kondisi atau keadan
geografi seperti jalan rya, gedung, topografi dan lain sebagainya. Suatu data
yang berupa lokasi di permukaan bumi dapat berupa foto udara, citra satelit,
koordinat disebut data spasial.
Sedangkan suatu data sensus ekonomi, penduduk, pertanian maupun jumlahnya
pengangguran merupakan data atribut.
Dengan adanya data dapat memudahkan kita memberi informasi suatu geografi di
permukaan bumi.
5.
Metode
Metode merupakan tahap cara penggunaan
mengoprasian sistem informasi geografis. Apabila penggunaan sistem ini tidak
sesuai dengan tata cara yang telah disepakati dapat mengakibatkan eror atau
tidak ternalisa dengan baik. Sebab alat/sistem yang digunakan telah diatur
sedemikian mungkin. Metode yang dimaksud disini ialah proses pemasukan data,
yaitu diawali dengan mengumpulkan dan menyiapkan data dari berbagai sumber
(bentuk data baik tabel, peta, ststistik, foto udara, pengukuran lapangan).
Data yang telah didapat diubah menjadi format digital. Data yang telah masuk ke
dalam SIG disebut database. Kemudian
dari data digital dihasilkan peta tematik misalnya layer jlan, kemiringan
lereng, daerah aliran sungai, tata guna lahan dan jenis tanah. Data-data
tersebut disatukan kemudian diurutkan sesuai skalanya. Hal ini dapat memudahkan
seseorang mencari suatu daerah, objek atau lainnya dipermukaan bumi.
MANFAAT
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Sistem informasi geografis ini memiliki banyak manfaat diberbagai bidang,
antara lain :
1.
Bidang
Sosial
Dalam bidang sosial SIG dapat
dimanfaatkan sebagai:
Ø
Pendataan
dan pengembangan jaringan transportasi.
Ø
Pendataan
dan pengembangan permukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit,
sarana hiburan maupun sarana pekerjaan.
Ø
Mengetahui
luas dan persebaran lahan pertanian serta pola drainase.
Ø
Mengatahui
persebaran penduduk.
2.
Bidang
Pertanian
Pemanfaatan SIG bidang pertanian kini
telah didukung dengan pengaplikasian teknologi, antara lain:
Ø
Penetaan
daerah komonitas pertanian unggulan.
Ø
Pembuatan
jalur transportasi perdagangan komoditas pertanian di daerah.
Ø
Mengelola
aliran irigasi pada lahan pertanian.
Ø
Sebagai
alat bantu analisis spasial berbagai penelitian pertanian.
Ø
Mengatahui
perhitungan tahunan terhadap tanaman yang mengalami kerusakan akibat perbedaan
pembibitan, penanaman maupun teknik dalam masa panen.
Ø
Memprediksi
luas panen dan produksi pertanian.
Ø
Menganalisis
pemasaran sarana produksi pertanian.
3.
Bidang
Sumber Daya Alam
Informasi-informasi tentang bentang
alam sangatlah diperlukan dalam proses pembangunan suatu bangsa. Adapun manfaat
SIG dalam bidang sumber daya alam, antara lain:
Ø
Sebagai
acuan dalam perencanaan pembangunan, agar pembangunan itu dapat terencana lebih
awal.
Ø
Mengetahui
persebaran sumber daya alam seperti, minyak tanah, batubara, emas, dan barang
tambang lainnya.
Ø
Pengawasan
daerah bencana alam untuk memantau luas wilayah bencana alam dan pencegahan
terjadinya bencana alam di waktu yang akan datang.
Ø
Mengetahui
hutan-hutan yang masih layak maupun rusak.
Ø
Dapat
menentukan kawasan lahan yang potensial dan lahan yang kritis serta jenis
tanah.
Ø
Rehabilitasi
dan konservasi lahan.
4.
Bidang
Perencanaan Wilayah
Ø
Investasi
bisnis dan ekonomi. Dengan adanya peta informasi daerah dapat ditentukan arah
pembangunannya.
Ø
Memprediksi
adanya asap akibat kebakaran hutan maupun asap limbah beracun.
Ø
Dapat
menentukan daerah serapan air, kondisi tata ruang sehingga dapat menghindari
kemacetan dan banjir.
Penyebaran rumah sakit di Nusa Tenggara Timur
Dalam bidang kesehatan SIG dapat menentukan distribusi suatu penyakit atau penyebaran penyakit. Manfaat SIG dibidang kesehatan antara lain:
Ø Mengidentifikasi
masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Dapat digunakan sebagai memetakan
kelompok masyarakat serta wilayahna berdasarkan status kesehatan tertentu.
Dengan SIG peta mengenai status kesehatan masyarakat dapat memudahkan
merencakan program pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.
Ø
Memberdayakan
masyarakat mengenai isu-isu kesehatan. Seperti informasi mengenai kelompok
masyarakat yang diidentifikasi masih miliki pengetahuan yang kuran tentang
kesehatan, sehingga dapat mencari infromasi melalui media komunikasi sehingga
dapat mengantisipasi pada suatu penyakit.
Ø
Membangun
hubungan kerjasama dengan masyarakat untuk mengidentifikasi masalah kesehatan.
Dalam hal ini SIG dapat digunakan dalam suatu pemecahan masalah kesehatan di
wilayah tertentu. Contoh: memperdayakan dokter-dokter muda yang baru lulus
kuliah di rumah sakit maupun tempat-tempat posyandu di daerah tempat
tinggalnya.
Ø
Menjamin
ketersediaan tenaga kesehatan yang berkompeten dibidangnya SIG dapat
menyediakan peta persebaran tenaga kerja kesehatan masyarakat di tiap-tiap
daerah. Sehingga dapt diketahui apabila kekurangan tenaga kesehatan di suau
daerah.
6.
Bidang
Kehutanan
Faktor-faktor pedorong kerusakan hutan
tropis berbeda dari negara ke negara, tetapi pada dasarnya dapat dikelompokkan
menjadi tiga faktor sosial ekonomi, meliputi pertambahan penduduk, pertumbuhan
ekonomi, kemiskinan, faktor fisik dan kebijakan pemerintah. Manfaat SIG bidang
kehutanan antara lain:
Ø
Rehabilitasi
hutan. SIG menyediakan lingkungan pengkajian dan penggolongan lokasi
pembibitan.
Ø
Mencegah
terjadinya penyebaran dan kebakaran hutan.
Ø
Memantau
sumber daya hutan, untuk mengetahui kawasan hutan.
Ø
Konservasi
tanah untuk skala nasioanl dipertahankan untuk melayani kepentingan beberapa
pengelolaan DAS.
Ø Mengatur data spasial digital yang berbeda untuk membentuk database
Ø Mengatur data spasial digital yang berbeda untuk membentuk database
7. Bidang Hidrologi dan Kelautan
Ø SIG digunakan untuk kegiatan inventarisasi dan manajemen pengamatan pasang
surut laut, manajemen daerah pesisir, manajemen kawasan wisata laut, taman laut
dan hutan bakau.
8. Bidang Transportasi dan Perhubungan
Ø SIG digunakan untuk manajemen pemeliharaan, perencanaan dan perluasan
jaringan jalan tol, rel kereta dan jalan raya, penentuan jalur transportasi,
analisa rawan kemacetan dan bahaya kecelakaan dan pemantauan jalur mudik.
9. Bidang Telekomunikasi
Ø SIG dimanfaatkan pada saat perencanaan, pemeliharaan dan analisa perluasan
jaringan telekomunikasi, pembuatan sistem informasi pelanggan dan fasilitas
umum telekomunikasi seperti, telepon umum, warnet dan lainnya. SIG juga dapat
digunakan untuk menginventarisasi jaringan telekomunikasi dan pelanggan TV
kabel, antene parabola dan jaringan internet.
10. Bidang Ekonomi, Bisnis dan Marketin
Ø SIG dimanfaatkan untuk menentukan lokasi bisnis prospektif seperti bank,
pasar, mall, ATM, kantor cabang, showroom, outlet makanan, gudang dan lainnya
dengan memerhatikan lokasi konsumen dan pelanggan di sekitar. SIG juga dapat
menganalisa rute terpendek yang harus dilalui oleh salesmen.
11. Bidang Perpajakan
Ø SIG dapat dimanfaatkan untuk memprakirakan potensi pendapatan dari sektor
pajak dengan membuat sistem informasi untuk penarikan pajak dari sektor
periklanan yang berasal dari perizinan dan pemasangan papan komersil, baliho
yang terkait dengan data posisi, ruang dan waktu.
KESIMPULAN
Sistem informasi geografis merupakan
sistem menganalisa, mengolah data menggunakan suatu aplikasi. SIG memiliki
banyak manfaat dalam berbagai bidang. Dengan semakin canggihnya teknologi semua
dapat diperoleh dengan mudah melalui media komunikasi tanpa kita harus
menyentuh objek tersebut secara langsung. Dengan adanya SIG suatu pekerjaan
dapat dilakukan dengan mudah
www.upnjatim.ac.id
agotek.upnjatim.ac.id
DAFTAR PUSTAKA
Hanafi,
Muhammad. 2011. SIG dan AHP untuk
Sistem Pendukung Keputusan Perecanaan Wilayah
Industri dan Pemukiman Kota Medan. Skripsi Program Studi Ilmu Komputer. Medan, Indonesia: Universitas
Sumatera Utara.
Tedy Heryansyah. 2017. Manfaat SIG
Bidang Kesehatan Lingkungan .blog.ruangguru.com/manfaat-sig-dalam-bidang-kesehatan-lingkungan
www.upnjatim.ac.id
agotek.upnjatim.ac.id




Tidak ada komentar:
Posting Komentar