PENGENDALIAN
HAMA TERPADU
Hama dan penyakit tanaman
adalah semua jenis organisme pengganggu tanaman yang dapat menimbulkan
kerusakan fisik yang dianggap merugikan dan tidak diinginkn keadirannya dalam
kegiatan bercocok tanam. Dengan munculnya berbagai macam jenis hama dan
penyakit yang menyerang tanaman budidaya yang berdampak terhadap produksi nilai
ekonomisnya, maka untuk mencegah kerugian atau melindungi tanaman dari
kerusakan yang disebabkan oleh ham dan penyakit diperlukan tindakan pencegahan
dan pengendalian secara tepat dan benar. Pengendalian hama dan penyakit tanaman
merupakan salah satu konsep yang harus diterapkan dalam budidaya tanaman
sehingga tercapai produksi yang maksimal. Konsep yang diterapkan yaitu
menggunakan konsep pengendalian hama secara terpadu (PHT).
Pada umumnya petani
mengendalikan hama dengan pengendalian fisik/mekanik maupun pengendalian
kimiawi. Umumnya petani tidak pernah terlepas menggunakan pengendalian kimiawi
yaitu dengan menggunakan pestisida. Penggunaan pestisida yang efisien dapat
menyebabkan hama tersebut resisten dan dapat berdampak terhadap kualitas hasil
produksi. Di indonesia konsep PHT mulai terdapat dalam GBHN III dan diperkuat
dengan Keputusan Presiden No. 03 Tahun 1986 dan Undang-undang No 12/1992
tentang siste budidaya tanaman.
Konsep PHT muncul dan
berkembang sebagai koreksi terhdap kebijakan pengendalian hama secara
konvensional, yang sangat utama dalam menggunaan pesisida. Kebijakan ini
mengakibatkan penggunaan pestisida oleh petani yang tidak tepat dan berlebihan,
dengan cara ini dapat meningkatkan biaya produksi
dan mengakibatkan dampak samping yang merugikan terhadaplingkungan dan
kesehatan petani itu sendiri maupun masyarakat secara luas. PHT ini bersifat
tidak memberantas maupun menghilangkan hama, PHT lebih ke mengurangi populasi
hama yang dapat berdampak pada hasil produksi pertanian atau dapat dikatakan
meminimalkan populasi hama agar tidak sampai batas ambang ekonomi.
PHT
merupakan suatu cara pendekatan atau cara berpikir tentang pengendalian OPT yang
didasarkan pada dasar pertimbangan ekologi dan efisiensi ekonomi dalam rangka
pengelolaan agroekosistem yang berwawasan lingkungan yang berkelanjutan.
Sebagai sasaran teknologi PHT adalah : (1) produksi pertanian mantap tinggi,
(2) penghasilan dan kesejahteraan petani meningkat, (3) populasi OPT dan
kerusakan tanaman tetap pada aras secara ekonomi tidak merugikan dan, (4)
pengurangan resiko pencemaran lingkungan akibat pengguanaan pestisida yang
berlebihan.
Sistem pengendalian hama
terpadu (PHT) memiliki 4 prinsip dasar yang mencerminkan konsep pengendalian
hama dan penyakit yang berwawasan lingkungan serta mendorong penerapan PHT
secara nasional untuk pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Empat prinsip
dasar dalam penerapan PHT tersebut adalah sebagai berikut :
1).
Budidaya Tanaman Sehat
Tanaman yang
sehat memiliki daya tahan yang baik terhadap serangan hama dan penyakit.
Tanaman sehat juga memiliki kemampuan lebih cepat dalam mengatasi dan
memulihkan dirinya sendiri dari kerusakan akibat serangan hama dan penyakit
tersebut. Untuk memperoleh tanaman yang sehat perlu memperhatiakn varietas yang
akan dibudidayakan, penyemaian dengan cara yang benar, serta pemeliharaan
tanaman yang tepat.
2). Memanfaatkan Musuh Alami
Musuh alami atau agens
hayati terbukti mampu menekan populasi hama dan menurunkan resiko kerusakan
tanaman akibat serangan hama dan penyakit. Pengendalian hama dan penyakit
dengan memanfaatkan musuh alami yang potensial merupakan tolok ukur dalam
sistem PHT. Pemanfaatan musuh alami di dalam agroekosistem diharapkan mampu
menjaga keseimbangan antara populasi hama dan populasi musuh alaminya. Dengan
demikian tidak akan terjadi peledakan populasi hama yang melampaui ambang
toleransi tanaman.
3). Pengamatan dan Pemantauan Rutin
Dalam sistem pengendalian
hama terpadu (PHT), pengamatan dan pemantauan perkembangan populasi hama
merupakan bagian terpenting yang harus dilakukan oleh setiap petani. Pengamatan
dan pemantauan harus dilakukan secara rutin dan berkala, sehingga perkembangan
populasi hama, kondisi tanaman serta perkembangan populasi musuh alaminya dapat
diketahui. Hasil pemantauan dan pengamatan digunakan sebagai dasar tindakan
yang akan dilakukan.
4). Petani sebagai Ahli PHT
Sistem pengendalian hama
terpadu (PHT) sebaiknya dikembangkan oleh petani sendiri, karena penerapan PHT
harus disesuaikan dengan keadaan ekosistem setempat. Setiap wilayah atau daerah
memiliki ekosistem yang berbeda-beda, sehingga suatu sistem PHT yang
dikembangkan pada wilayah tertentu belum tentu cocok jika diterapkan pada
wilayah lainnya. Agar setiap petani mampu menerapkan PHT diwilayahnya
masing-masing, maka setiap petani harus proaktif untuk mempelajari konsep PHT.
Dalam hal ini peran aktif instansi terkait dalam memasyarakatkan PHT sangat
diperlukan.
Pengendalian hama terpadu
merupakan sistem pengendalian hama dan penyakit yang berwawasan lingkungan
untuk pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Oleh karena itu suatu konsep
pengendalian hama dapat dikatakan sebagai sistem PHT jika mencerminkan konsep pengendalian
hama dan penyakit yang ramah lingkungan, dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1).
Penerapan sistem pengendalian hama terpadu (PHT) dilakukan secara
bersistem, terpadu dan terkoordinasi dengan baik,
2). Sasarannya adalah produksi dan ekonomi tercapai tanpa merusak lingkungan hidup dan aman bagi kesehatan manusia,
3). Mempertahankan produksi dan mengedepankan kualitas produk pertanian,
4). Mempertahankan populasi hama atau tingkat serangan hama dibaah AE/AK/AT,
5). Mengurangi dan membatasi penggunaan pestisida kimia,
6). Penggunaan pestisida kimia merupakan alternatif terakhir apabila teknik pengendalian yang ramah lingkungan tidak mampu mengatasi.
2). Sasarannya adalah produksi dan ekonomi tercapai tanpa merusak lingkungan hidup dan aman bagi kesehatan manusia,
3). Mempertahankan produksi dan mengedepankan kualitas produk pertanian,
4). Mempertahankan populasi hama atau tingkat serangan hama dibaah AE/AK/AT,
5). Mengurangi dan membatasi penggunaan pestisida kimia,
6). Penggunaan pestisida kimia merupakan alternatif terakhir apabila teknik pengendalian yang ramah lingkungan tidak mampu mengatasi.
Tampilannya bagus konten diupdate terus
BalasHapus